Selasa, 17 Maret 2009

angkot at padang 4






joy...joy....joy...yoi joy...!!!!

Selasa, 10 Maret 2009

angkot at padang 3






enjoy again........

angkot at padang 2






this is the second pick, enjoy....

angkot at padang 1






when i go to padang. i see this public transport, called angkot (angkutan kota), when i came back from pecha kucha night jakarta and see rian presentation about hellarfest at bandung and show me the creativity of angkot at bandung i remember this picture and maybe can give some inspiration about creativity for angkot at bandung or maybe for indonesia public transport called angkot. but maybe i must give note for this picture is, this design is created not from designer or maybe i dont now who made angkot at padang like this. this give padang more colorfull at the street. i always smile when see that angkot by myself. hahahahahahaha....SO...SO...SO COLORFULL.

Rabu, 07 Januari 2009

main karet di lantai 6



permainan tradisional ini dimainkan di gedung c lantai 6 kampus trisakti. teman - teman mahasiswa bermain karet dengan riang gembira karena hal ini telah jarang dilakukan di saat sudah beranjak dewasa. romantisme masa kecil dulu ditarik lagi ke sini. tapi ada yang menarik selain permainan ini. permainan ini dilakukan di gedung tinggi. gejala kekurangan ruang bermain sampai masuk kedalam kampus. jakarta benar - benar terdesak, tinggal menunggu tersedak.

Rabu, 17 Desember 2008

bencong kota



nikmat sekali menikmati jakarta. ada bencong badannya gede keliling kampung. orang - orang ada yang takut ama ketawa. mbak di foto ini ngasi duit sambil cengengesan. ternyata kota membentuk manusia hingga berubah bentuk. coba kita bandingin di desa. apa ada yang kayak beginian? jakarta oh jakarta. katanya keras, tapi yang pasti ngangenin.

Selasa, 09 Desember 2008

Three kings

ada 4 tokoh utama pada film ini. Yang saya ingat hanya archie dan troy barlow. Empat orang tentara amerika yang mencari emas yang dirampas saddam dari Kuwait. Awal ceritanya sederhana, hanya ego empat orang yang ingin kaya dengan mengambil emas batangan tersebut untuk dibagi bagi mereka sendiri. Agar mereka bisa beli lexus dan infiniti dengan atap terbuka. Rencana mereka tidak muluk. Pergi dipagi hari tanpa ketahuan komandan, mengambil emas tersebut di bunker yang terselubung dekat kota karbala, kemudian kembali ke markas di siang harinya dengan menyembunyikan emas tersebut untuk dibawa pulang nantinya ke amerika setelah tugas selesai. Mereka kaya raya. Itu impian mereka.
Syahdan, misi mereka yang ternyata mudah menjadi rumit. Pertemuan mereka dengan sebuah kelompok yang “disalahkan”, hanya terdiri dari anak –anak, ibu – ibu, dan orang tua. Hati mereka terketuk. Robek – robek karena melihat kenyataan didepan mata mereka. Cerita ,menjadi semakin rumit karena emosi mereka terlibat didalam misi mereka, resah, kasihan dan keinginan untuk menegakkan keadilan.
Akhir cerita ini menjadikan mereka yang awalnya prajurit licik dan egois, menjadi pahlawan. Saya rela begadang untuk mengetahui akhir cerita film ini. Sungguh ironi di irak. Sedih, lucu, konyol, kaget, seru, campur aduk.
Analogikan saya yang pada realitanya seorang pelajar arsitektur menjadi prajurit tersebut. Awalnya hanya asik bermain – main dengan senjata berupa konsep. Senjata saya banyak, simbiosis, sustainable, green, decon, tinggal saya pilih untuk ditembakkan ke mana – mana. Kemudian saya melihat kampung yang runyam, berantakan, porak – poranda. Awalnya saya hanya ingin menggusur kampung tersebut untuk dibuat menjadi apartemen kelas menengah dengan senjata saya. Wuidih…..dengan modal senjata saya yakin bisa membuat apartemen ini ramah lingkungan.
Tapi saya berubah pikiran untuk merubah kampung itu menjadi yang diinginkan penduduk kampung itu tanpa melihat lagi identitas saya berada dimana, developer atau marjinal? Saya sendiri bingung.
Tapi alangkah indahnya film itu. Jagoan selalu menang dengan caranya yang elegan dan bantuan dari berbagai macam orang. Berawal dari pertemuan berakhir dengan menyenangkan dan mengharukan. Tanpa melihat lagi ongkos yang dikeluarkan.
Tapi sekali lagi. Itu cuma difilm.
Tinggal kita buat itu nyata